ofasholatan - Banyak macam-macam sholat sunah, ada sholat sunnah yang dianjurkan untuk berjama'ah dan ada sholat sunnah yang tidak dianjurkan untuk berjama'ah. Jumlah roka'at setiap sholat sunnah pun tergantung dari sholat sunnah itu sendiri. Nah, pada halaman ini kita akan belajar bersama tentang panduan tata cara sholat sunah 2 raka'at (salam)
Perlu diketahui, panduan ini merupakan panduan secara global untuk sholat sunnah yang jumlahnya 2 raka'at dan/atau sholat sunnah yang lebih dari dua raka'at tetapi pelaksanaannya setiap 2 rak'at salam seperti sholat tarawih. Yang membedakan secara mendasar adalah Niatnya, selebihnya sama (untuk bacaan dan gerakan) mulai dari takbiratul ikhram hingga salam.
Berikut adalah panduan tata cara sholat 2 raka'at selengkapnya:
[DAFTAR ISI]
Setelah bangun dari sujud kedua pada raka'at pertama, maka selanjutnya berdiri tegak dengan posisi tangan bersedekap yakni meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati. Kemudian :
Perlu diketahui, panduan ini merupakan panduan secara global untuk sholat sunnah yang jumlahnya 2 raka'at dan/atau sholat sunnah yang lebih dari dua raka'at tetapi pelaksanaannya setiap 2 rak'at salam seperti sholat tarawih. Yang membedakan secara mendasar adalah Niatnya, selebihnya sama (untuk bacaan dan gerakan) mulai dari takbiratul ikhram hingga salam.
Note:
Khusus untuk bacaan surat/ayat-ayat Al-Qur'an setelah bacaan surat fatihah disetiap roka'at, boleh diganti dengan ayat/surat Al-Qur'an lainnya dan/atau disesuaikan dengan sholat sunnahnya. Contoh sholat sunnah dhuha: Pada raka'at pertama setelah membaca Al-Fatihah kemudian membaca surat Ad-Dhuhaa dan pada raka'at kedua membaca surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.
![]() |
| Ilustrasi: Panduan Tata Cara Sholat |
[DAFTAR ISI]
#1 - Raka'at Pertama Shalat Sunah
- Niat Sholat Sunnah
Sebelum takbiratul ikhram, terlebih dahulu berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat sholat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah sholat karena Allah SWT. Perlu diingat, niat merupakan rukun sholat, sehingga tidak akan sah sholatnya jika tanpa niat.
Ilustrasi: Berdiri tegak (membaca niat sholat)
Untuk memudahkan pembelajaran, sebagai contoh disini kami menggunakan sholat sunnah dhuha, sehingga lafadz niatnya (niat sholat dhuha) sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَىUSHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA
Artinya :
Note:
Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala
* Niat sesuaikan dengan sholat sunnahnya.
* Untuk bacaan niat-niat shalat sunnah lainnya, silakan bisa dipelajari pada Label: Niat Sholat Sunah - Takbiratul Ikhram
Takbiratul ikhram merupakah rukun sholat. Sehingga tidak akan sah sholat seseorang jika dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun sholat. Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), bukan mengangkat kedua tangan. Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.
Ilustrasi : Takbiratul Ikhram - mengucap takbir - Berdiri Bersedekap
Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "ALLAAHU AKBAR") kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.
kemudian membaca :
Ilustrasi: Berdiri tegak, bersedekap
- Doa Iftitah
Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka'at pertama dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah. Adapun hukum membaca doa iftitah dalam sholat adalah Sunnah. Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
- Membaca Surat Fatihah
Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka'at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca. Adapun lafadz bacaannya adalah sebagai berikut :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَSetelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
- Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur'an
Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat atau surat Al-Qur'an. Dalam panduan sholat sunah disini, saya contohkan membaca Surat Ad-Dhuhaa, berikut bacaannya:
وَالضُّحَى(١) وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى(٢) مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى(٣) وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى(٤) وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى(٥) أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى(٦) وَوَجَدَكَ ضَالا فَهَدَى(٧) وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى(٨) فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ(٩) وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ(١٠) وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ(١١)
- Doa Iftitah
- Ruku' disertai Tuma'ninah
Menurut kesepakatan ulama, ruku' merupakan salah satu rukun sholat . Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah...". Adapun tentang tuma'ninah yaitu berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian ruku'ah sehingga engkau ruku' dengan tuma'ninah"
Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Ketika ruku', posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin.
Seraya membaca bacaan ketika ruku' berikut ini:
Ilustrasi : Ruku ketika sholat
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
- I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :Ilustrasi: I'tidal (bangun dari ruku')
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :Ilustrasi: Berdiri tegak setelah bangun dari ruku'
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُKemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud
- Sujud disertai dengan Tuma'ninah
Menurut ijma', sujud dalam setiap raka'at sebanyak dua kali termasuk rukun sholat. Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah..."
Adapun tata cara sujud adalah sebagai berikut :
Ilustrasi: Sujud saat shalat
- Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
- Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
- Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.
- Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
Ini juga merupakan salah satu rukun sholat, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian bersujudlah sampai sujudmu tuma'ninah, kemudian bangkitlah sampai engkau duduk dengan tuma'ninah, kemudian sujudlah sampai engkau sujud dengan tuma'ninah"
Adapun cara duduk diantara dua sujud adalah sebagai berikut:
Ilustrasi: Duduk diantara dua sujud
- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
- Kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut, kemudian membaca doa berikut ini :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
- Sujud Kedua
Untuk sujud kedua cara dan bacaannya sama seperti halnya sujud pertama, yaitu:
Ilustrasi: Sujud saat shalat
- Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
- Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
- Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" lalu bersedekap. Dan dilanjutkan ke roka'at kedua / raka'at akhir sholat sunnah dua raka'at.
#2 - Raka'at Kedua / Raka'at Terakhir Shalat Sunnah
![]() |
| Ilustrasi: Berdiri tegak, bersedekap dalam shalat |
- Membaca Surat Fatihah
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa membaca Surat Al-Fatihah merupakan rukun sholat yang wajib dibaca. Berikut bacaannya :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَSetelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
- Membaca Surat/Ayat Al-Qur'an
Pada raka'at kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah, sebagai contoh disini saya kemudian membaca surat Al-Ikhlash. Anda bisa menggantinya dengan ayat atau surat-surat al-qur'an lainnya setelah Surat Fatihah. Berikut adalah bacaan surat Al-Ikhlash.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(١) اللَّهُ الصَّمَدُ(٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(٤) - Ruku' disertai Tuma'ninah
Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Ketika ruku', posisi pungguh dan kepala sejajar membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin. Adapun bacaan ketika ruku adalah sebagai berikut :
Ilustrasi: Ruku'
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
- I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :Ilustrasi: I'tidal (bangun dari ruku')
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :Ilustrasi : Berdiri tegak setelah bangun dari ruku'
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُKemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud pertama pada raka'at terakhir sholat sunnah 2 raka'at.
- Sujud disertai dengan Tuma'ninah
Untuk tata cara sujud sudah dijelaskan diatas. Adapun bacaan ketika sujud adalah sebagai berikut :
Ilustrasi: Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud pada raka'at kedua/terakhir - Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
Penjelasan mengenai duduk diantara dua sujud sudah saya paparkan pada raka'at pertama diatas. Jika duduk sudah sempurna, kemudian membaca doa/kalimat berikut :
Ilustrasi: Duduk diantara dua sujud
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْKemudian mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kembali melakukan sujud yang kedua pada raka'at terakhir sholat sunah (2 raka'at).
- Sujud Kedua pada Raka'at Terakhir (Kedua)
Sama seperti pada sujud-sujud pada raka'at lainnya, dan membaca :
Ilustrasi: Sujud saat shalat
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ* Keterangan: Dibaca 3 kali
Kemudian bangun dari sujud seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian duduk tasyahud akhir (tahiyyat akhir). - Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir
Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal. Adapun cara duduk tahiyyah akhir adalah sebagai berikut :
Ilustrasi: Sujud saat shalat
- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
- Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam
- Telapak tangan kiri diletakkan diatas lutut kiri
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ* Keterangan: Bacaan tasyahhud akhir diatas merupakan bacaan secara lengkap dengan doa-doa setelah tasyahud akhir sebelum salam.
- Mengucapkan Salam
Mengucapkan salam merupakan salah satu rukun shalat. Hal ini berdasarkan dalil Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Artinya :
"Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam." (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Adapun bacaan salam ketika sholat adalah sebagai berikut :
Ilustrasi: Salam dalam shalat
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِTata cara salam :
- Mengucap salam seraya telunjuk jari kanan di tarik kembali dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan seluruhnya dari belakang
- Diteruskan dengan mengucapkan salam kembali seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri kelihatan dari belakang

